BKKbN Perwakilan Provinsi Kalbar Gelar Aksi GenRe di Kecamatan Sekayam

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat melakukan kampanye pernikahan usia ideal di kalangan remaja di Lapangan Futsal Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau. Kampanye yang dikemas dalam aksi generasi berencana (GenRe) ini digelar menarik lewat Sarasehan, Selasa (12/9/2017). Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Kusmana mengatakan Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi pada kurun tahun 2012-2045. Peristiwa yang terjadi hanya satu kali dalam sejarah perjalanan bangsa ini, menurut dia bisa menjadi berkah ataupun musibah. “Remaja merupakan SDM yang akan mengisi dan memainkan peran yang sangat penting saat Indonesia memasuki era bonus demografi pada beberapa tahun ke depan ini. Kalau kualitas pemuda kita baik, bangsa ini bisa melesat. Namun sebaliknya bila mentalnya berkualitas rendah, maka menjadi musibah bagi masa depan kita,” ujar Kusmana saat membuka aksi Genre 2017 di Lapangan Futsal Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau, Selasa (12/9/2017). Kusmana pun menyebutkan sejumlah problema remaja saat ini. Yakni pernikahan usia anak, seks pra nikah, hingga konsumsi narkoba. “Ini tiga hal masalah remaja yang harus dihindari. Remaja Indonesia harus say no to sex pra nikah, pernikahan usia anak (perempuan <21 tahun, laki <25 tahun), dan narkoba,” cetus Kusmana.

Kusmana pun menyebutkan adanya angka kelahiran pada usia perempuan 15 – 19 tahun tercatat mencapai 48 persen di Indonesia. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya melakukan sejumlah langkah, salah satunya kampanye yang dikemas dalam aksi Genre, yakni generasi yang mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik dan sehat. “Kampanye gencar kita lakukan di tingkatan bawah, melibatkan siswa, mahasiswa usia remaja. Ini agar mereka bisa melangsungkan pendidikan dengan terencana, berkarier dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan. Aksi ini kami gelar di berbagai kota di Indonesia mengingat pentingnya masalah ini,” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, A.L.Leysandri, SH menyatakan sangat mendukung program dari pemerintah pusat ini. Lewat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sanggau, imbuh dia, pemkab sudah melakukan kampanye pencegahan pernikahan usia anak. “Bahkan untuk mepermudah anak untuk meneruskan pendidikan yang beresiko melakukan pernikahan dini, pemkab juga sudah menyediakan beasiswa bagi mereka,” jelas Sekda A.L.Leysandri.

Sementara itu Plt. Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Sanggau Drs. H. HAIRUDIN menambahkan kampanye pencegahan pernikahan usia dini telah efektif menurunkan jumlah pernikahan. Tercatat di Kabupaten Sanggau pernikahan usia 15 – 19 tahun pada tahun 2014 ada 22 persen dari total angka pernikahan. Jumlah itu menurun dratis pada 2016 menjadi 12 persen. “Kampanye kami lakukan langsung di sekolah-sekolah, khususnya di wilayah pinggiran dan pedalaman. Hasilnya sangat efektif menurunkan pernikahan usia muda,” kata Hairudin. Aksi Genre yang berlangsung di Kecamatan Sekayam ini melibatkan ratusan remaja, mulai dari siswa SMP, SMA, hingga mahasiswa. Aksi ini diisi dengan beragam kegiatan mulai aneka lomba, pemeriksaan kesehatan, pojok baca, dan pojok curhat. Puncak acara dimeriahkan oleh penampilan grup Motor Sekayam.

Anda mungkin juga berminat Berita Lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.